Rabu, 28 November 2012

E-Government

Tanggung Jawab dalam Aspek Sosial PT. Pertamina

Pengembangan Masyarakat Merupakan salah satu wujud tanggung jawab perusahaan untuk meningkatkan kemandirian masyarakat dari berbagai aspek. Sebagai wujud implementasinya, Perusahaan secara sadar berinisiatif untuk mengajak masyarakat aktif bersama menemukan solusi guna meningkatkan kondisi ekonomi, sosial, lingkungan, dan budaya. Di kalangan Kontraktor Kontrak Kerja Sama, Program Pengembangan Masyarakat merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh Kontraktor KKS sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan implementasi dari komitmen perencanaan pengelolaan lingkungan hidup. Program ini dilaksanakan melalui kegiatan bidang lingkungan, pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan infrastruktur (fasilitas sosial/fasilitas umum). Pendidikan Sejumlah kegiatan pengembangan masyarakat dilakukan di sejumlah daerah operasi sepanjang tahun 2011. Kegiatan tersebut antara lain adalah melaksanakan sejumlah kegiatan peningkatan kualitas dan keamanan pendidikan dengan memfasilitasi perbaikan sarana belajar mengajar antara lain seperti gedung, material bangunan sekolah, pagar sekolah, komputer, dan lain sebagainya. Sebagai upaya mendukung kelancaran pelaksanan pendidikan para siswa, Perusahaan juga menyalurkan bantuan beasiswa yang merupakan bagian dari program Cerdas Bersama Pertamina. Kegiatan ini dilaksanakan di sejumlah wilayah operasi mulai dari Sumatera hingga Kawasan Timur Indonesia. Program pemberian beasiswa ini merupakan bagian dari program besar CSR Pertamina yang diberikan kepada para siswa yang berada di sekitar daerah operasi perusahaan Pengembangan Potensi Indonesia memiliki potensi sumber daya manusia yang cukup banyak. Namun demikian, pada kenyataannya kuantitas tersebut tidak didukung dengan kualitas yang sesuai dengan kebutuhan industri. Oleh karenanya banyak sumber daya manusia yang tidak mendapatkan pekerjaan yang baik. Melihat kondisi ini, Perusahaan memetakan kebutuhan peningkatan kualitas SDM potensial di sekitar daerah operasi menjadi sebuah kebutuhan yang dapat dikembangkan. Hal ini pada akhirnya akan membukakan peluang kerja dan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat. Kebutuhan masyarakat mendapat respon proaktif dari perusahaan berupa penyelenggaraan pelatihan yang dilaksanakan bersama dengan pemangku kepentingan yang memiliki kompetensi seperti lembaga pendidikan. Dengan program ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan dampak langsung serta tepat sasaran. Setelah melalui masa pelatihan, para peserta diharapkan memiliki kemampuan yang mumpuni dan rasa percaya diri sebagai generasi muda yang mandiri. Keterlibatan Pemangku Kepentingan Pertamina EP menyadari bahwa pemangku kepentingan memegang peran penting dalam mendukung keberlanjutan perusahaan. Untuk mengelola hubungan dengan para pemangku kepentingan, perusahaan mengacu pada prinsip tata kelola yang telah ditetapkan. Pengelolaan hubungan dengan pemangku kepentingan diarahkan pada kepentingan bisnis perusahaan dengan memperhatikan tanggung jawab sosial perusahaan, keselamatan dan kesehatan kerja, dan lingkungan serta memperhatikan skala prioritas dan saling menghargai sehingga tercapai keseimbangan dan keharmonisan antara: 1.Dimensi bisnis yang berorientasi pada penciptaan nilai (value creation) dan kepuasan pelanggan. 2.Dimensi sosial yang menyangkut aspek etika usaha dan tanggung jawab sosial perusahaan, kondisi kesehatan dan keselamatan serta kesejahteraan pekerja dan aspek sosial kemasyarakatan. 3.Dimensi lingkungan yang mengarahkan perusahaan untuk memperhatikan aspek kelestarian dan keseimbangan lingkungan hidup di sekitar unit operasi/lapangan usaha. 4.Pengelolaan pemangku kepentingan didasarkan prinsip-prinsip GCG, yaitu transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, kemandirian, dan kewajaran. Perusahaan menghormati, melindungi, dan memenuhi hak-hak pemangku kepentingan, antara lain melalui pemberian informasi yang relevan dan penting secara transparan, akurat dan tepat waktu dan melalui mekanisme komunikasi yang sehat dan beretika. Untuk kepentingan komunikasi dengan pemangku kepentingan, perusahaan memiliki perangkat penghubung yakni fungsi Legal & Relations yang menjalai peran Sekretaris Perseroan atau fungsi Humas untuk unit operasi atau pejabat lain yang ditunjuk berdasarkan ketentuan yang berlaku. Dalam pencapaian tujuan bersama demi menjaga keselarasan antara perusahaan dengan pemangku kepentingan, Pertamina EP menciptakan kondisi yang memungkinkan pemangku kepentingan berpartisipasi dalam mentaati peraturan perundang-undangan yang berlaku. sumber : http://www.pertamina-ep.com/id/tanggung-jawab-dan-keberlanjutan/tanggung-jawab-dalam-aspek-sosial

Bisnis Informatika


BISNIS INFORMATIKA.., dari kata yang telihat saja, yaitu bisnis.... dan informatika..., tentunya pasti kita akan tertarik untuk mempelajarinya atau bahkan langsung mempraktekkanya. namun sebelum itu, sebaiknya kita mengetahui apa definisi bisnis informatika itu. Seperti yang kita ketahui, Bisnis Informatika terdiri dari 2 kata yaitu BISNIS dan INFORMATIKA. Saya telah mencoba mencari berbagai sumber terpercaya salah satunya wikipedia.
dari sumber yang didapat, Bisnis menurut Ilmu Ekonomi adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara historis kata bisnis dari bahasa Inggris business, dari kata dasar busy yang berarti "sibuk" dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.
Secara etimologi, bisnis berarti keadaan dimana seseorang atau sekelompok orang sibuk melakukan pekerjaan yang menghasilkan keuntungan. Kata "bisnis" sendiri memiliki tiga penggunaan, tergantung skupnya — penggunaan singular kata bisnis dapat merujuk pada badan usaha, yaitu kesatuan yuridis (hukum), teknis, dan ekonomis yang bertujuan mencari laba atau keuntungan. Penggunaan yang lebih luas dapat merujuk pada sektor pasar tertentu, misalnya "bisnis pertelevisian." Penggunaan yang paling luas merujuk pada seluruh aktivitas yang dilakukan oleh komunitas penyedia barang dan jasa. Meskipun demikian, definisi "bisnis" yang tepat masih menjadi bahan perdebatan hingga saat ini.
Informatika merupakan disiplin ilmu yang mempelajari transformasi fakta berlambang yaitu data maupun informasi pada mesin berbasis komputasi. Disiplin ilmu ini mencakup beberapa macam bidang, termasuk di dalamnya: sistem informasi, ilmu komputer, ilmu informasi, teknik komputer dan aplikasi informasi dalam sistem informasi manajemen. Secara umum informatika mempelajari struktur, sifat, dan interaksi dari beberapa sistem yang dipakai untuk mengumpulkan data, memproses dan menyimpan hasil pemrosesan data, sernyaerta menampilkannya dalam bentuk informasi. Aspek dari informatika lebih luas dari sekedar sistem informasi berbasis komputer saja, tetapi masih banyak informasi yang tidak dan belum diproses dengan komputer.
Berdasarkan dari 2 pernyataan diatas bisnis informatika adalah orang atau sekelompok orang yang melakukan aktifitas perdagangan dengan menggunakan prinsip - prinsip informatika.
Nah, selanjutnya saya mengambil contoh sebuah perusahaan berbasis IT di Indonesia yaitu PT. Telekomunikasi Indonesia. Tbk - TELKOM, yang memiliki visi misi sebagai berikut :
Visi:
Untuk menjadi pelopor dalam penerapan tanggung jawab sosial perusahaan di Asia
Misi:
Mengambil peran aktif dalam menciptakan masyarakat yang lebih cerdas melalui pendidikan teknologi InfoComm;
Mengambil peran aktif dalam meningkatkan kualitas hidup dalam kehidupan masyarakat;
Mengambil peran aktif dalam memelihara keseimbangan alam.

untuk Sistem Rekrutmen tenaga kerjanya dari yang saya dapatkan di internet yaitu dengan cara mendaftarkan diri ke situs http://rekrutmen.telkom.co.id/ dengan memenuhi persyaratannya.

Tanggung jawab terhadap konsumen dan lingkungan sosial saya mengutip beberapa baris paragraf dari halaman website http://www.telkom.co.id/telkom-peduli/pesan-ceo/ sebagai berikut :
Keberhasilan pertumbuhan bisnis kami telah menjadi landasan yang kokoh untuk mewujudkan komitmen kami dalam pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan TELKOM (Corporate Social Responsibility [CSR]). Sesuai dengan tema utama CSR kami, yaitu “Membangun Indonesia Cerdas", kami terus berupaya membawa manfaat komunikasi dan teknologi informasi kepada masyarakat di seluruh negeri, dengan keyakinan bahwa bangsa yang cerdas akan membawa manfaat dan kesempatan kemakmuran lebih besar bagi kita semua.
Kami juga selalu mengupayakan peningkatan kinerja pada tiga aspek utama CSR yaitu ekonomi, lingkungan, dan sosial melalui sejumlah langkah strategis. Layanan kepada dan kepuasan pelanggan yang merupakan pemangku kepentingan terpenting dalam bisnis, memperoleh porsi terbesar dalam fokus kinerja sosial, khususnya tanggung jawab produk. Seperti yang dilaporkan dalam Laporan Keberlanjutan ini, berbagai strategi telah kami jalankan untuk memperoleh dan menjaga kepercayaan pelanggan.
Bagi kami, pelanggan adalah bagian dari arus kecenderungan global, di mana pilihan dan keputusan pelanggan saat ini adalah signifikan dalam berbagai aspek keberlanjutan (sustainability). Di antaranya adalah isu penggunaan teknologi ramah lingkungan serta inovasi teknologi murah.
== == == 
Berikut Berita CSR(Corporate Social Responsibility) perusahaan TELKOM :


Demikian pembahasan singkat tentang Bisnis Informatika yang saya sampaikan, semoga dapat bermanfaat buat pembaca, Terima Kasih.  

sumber referensi : 
http://www.telkom.co.id/